Ragam Kemasan

Apapun Ada Di Dalamnya

Bagaimana Cara Membuat Kaleng?? (bgn 2)

BAB II

RAW MATERIAL

A. DEFINISI ETP

Material yang digunakan dalam industri kaleng logam ada beberapa macam, yaitu :

1. ETP (Electrolitic Tin Plate)

2. ECCS (Electrolitic Chromium-Coated Steel) atau TFS (Tin Free Stee)l

3. Aluminium.

Definisi ETP atau baja lembaran lapis timah tipis elektrolisis adalah baja lembaran fase dingin yang dilapisi oleh logam timah (Sn) dengan proses pelapisan secara elektrolisis.

Sedangkan berdasarkan komposisi bahan penyusunnya, perbedaan antara ETP dan ECCS dapat dilihat pada Gambar 5a dan 5b dibawah ini.

B. KLASIFIKASI ETP

a. Menurut Jenis Penampakannya

Dibagi kedalam 2 jenis penampakan luar, yaitu baja lapis timah elektrolisis dengan permukaan buram dan baja lapis timah elektrolisis dengan permukaan mengkilap.

b. Menurut Ketebalan Lapisan Timah (Tin Coating)

Berdasarkan pada standar ASTM A624, dibagi dalam 8 tingkatan coating timah yaitu :

No.

Kode

Gr/m2

1

10

1,1

2

20

2,2

3

25

2,8

4

35

3,9

5

50

5,6

6

75

8,4

7

100

11,2

8

135

15,2

Jika tertulis standar ETP 25/20 artinya kadar lapisan timah pada bagian luar adalah 2,8 gram per meter persegi permukaan bahan dan bagian dalam 2,2 gram per meter persegi permukaan bahan.

c. Menurut Proses Pencairannya

Baja lapis timah elektrolisis diklasifikasikan menurut proses pencairan logam dasarnya sebagai hasil dari pengerolan dingin tunggal (SR = single reduced) dan hasil pengerolan dingin ganda (DR = double reduced)

d. Menurut Temper

Baja lapis timah elektrolisis diklasifikasikan menurut tingkat penyempurnaan temper logam dasar hasil pengerolan dingin tunggal kedalam 6 kelas proses annealing tidak kontinyu (batch annealing) yaitu T1-T6 dan 3 kelas proses annealing berjalan secara kontinyu (continuous annealing) yaitu T4-AK – T6-AK

e. Menurut Sifat Mekanis

Baja lapis timah elektrolisis diklasifikasikan menurut tingkat penyempurnaan sifat mekanis logam dasar hasil pengerolan dingin ganda kedalam 4 kelas kekerasannya, yaitu DR-8 – DR-10

f. Menurut Proses Finishing

a. Bright Finish

ETP yang secara visual tampak mengkilap, halus dan polos.

b. Stone Finish

ETP yang secara visual tampak agak kasar, seperti kulit jeruk, tetapi penampakannya mengkilap

  1. Matte Finish

Secara visual mudah dibedakan dengan BF maupun SF karena penampakannya buram

g. Menurut Grade (ketentuan ini berlaku untuk pemasok tertentu dan bersifat internal)

a. Grade I atau disebut Prime yaitu grade pertama dari tinplate dimana spesifikasinya (baik dimensional maupun visual) kita yang menentukan.

b. Grade II yaitu :

ü CTL (Cut to Length) adalah Tinplate dimana spesifikasi ukuran tebal dan lebar yang menentukan supplier, sedangkan untuk ukuran panjang kita yang menentukan.

ü AWW (Assorted Waste Waste) adalah Tinplate hasil sortiran dari CTL, dimana ukurannya sama dengan CTL.

c. Grade III adalah WWI (Waste Waste Import), merupakan tinplate hasil sortiran dari CTL dan AWW dimana untuk panjang dan lebar ditentukan oleh supplier sedangkan untuk tebal kita sendiri yang menentukan.

d. Grade IV (Grade paling rendah) yaitu UAWW (Un Assorted Waste Waste) yang merupakan tinplate hasil sortiran dari WWI, tinplate yang ukurannya (tebal, lebar dan panjang) sangat bervariasi artinya campur dan acak.

h. Menurut Proses Printing

Printing adalah proses pemberian dekorasi atau disain terhadap permukaan ETP baik sebagai base coating (lapisan dasar sebelum printing) ataupun ink printing secara langsung (metalic). Warna printing sangat beragam dari yang tunggal seperti White Coating/Ink (WC), Gold Lacquer/Ink (GL), Clear Lacquer (CL) dan lain-lain sesuai disain yang diinginkan. Sedangkan bila ETP tidak diprinting diistilahkan Plain (PL)

C. ANALISA DAN TEST ETP

Analisa dan testing yang dilakukan terhadap ETP meliputi test dan pengujian hasil printing/coating baik saat Incoming QC (IQC) maupun In Process QC (IPQC), yaitu :

1. Dimensional

Merupakan pengukuran dimensi bahan, meliputi ukuran sheet/unit/pieces (thick x length x width), blank line, crash cutting, dan squareness

2. Testing

Merupakan pengetesan terhadap bahan, terutama printing, meliputi pengetesan yang dialakukan untuk mengetahui kuailtas printing :

1. Rub Test

Pengetesan terhadap ETP printing yang bertujuan untuk mengetahui ketahanan printing terhadap pengaruh external secara mekanis maupun khemis dengan menggunakan besi berbentuk silinder padat seberat 1 kg dan dibungkus kain halus. Media yang digunakan adalah bahan kimia berupa solvent/pelarut (seperti MIBK, MEK) kemudian digerakan maju mundur.

2. Cross Cut Test

Pengetesan terhadap ETP printing yang bertujuan untuk mengukur kelekatan/adhesifitas printing menggunakan cross cut tester dan cellotape sebagai media test

3. Hardness/tempering test

Pengetesan terhadap ETP Printing maupun Plain yang bertujuan untuk mengetahui kekerasan bahan masih dilakukan secara manual dengan membandingan bahan standar temper sesuai packing list

4. Immerse Test

Pengetesan terhadap ETP printing dengan cara pencelupan bahan menggunakan thinner sesuai isi produknya selama waktu tertentu untuk mengetahui ketahanan/kelarutannya terhadap kekerasan sifat thinner

5. Coverage Test

Test terhadap ETP yang bertujuan untuk mengetahui area penutupan (coverage) varnish/lacquer pada permukaan ETP menggunakan larutan cupri sulfat (CuSO4)

6. Pinhole Test

Test terhadap ETP (plain maupun printing) untuk mengetahui ada tidaknya cacat lubang pada ETP baik akibat mekanis maupun proses miling

3. Visual

Pemeriksaan terhadap ETP printing maupun plain untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan secara visual baik yang berasal dari bahan, proses maupun handling


D. PENYIMPANGAN ETP HASIL CUTTING

Raw material yang menyimpang saat proses cutting dapat diterima untuk proses produksi dengan penerimaan khusus yang ditoleransi (special acceptance). Ada beberapa penyimpangan proses cutting yang bisa ditoleransi, baik secara visual maupun dimensional diantaranya :

1. Dimensional, meliputi :

a. Gram

Batas toleransi untuk gram adalah 15% dari ketebalan bahan.

b. Cutting size (Panjang x lebar).

Batas toleransi ukuran panjang dan lebar pada body blank hasil cutting (+ 0,2 mm)

c. Kesikuan

Batas toleransi kesikuan body blank hasil cutting (± 0,2 o)

d. Blank line space

Jarak blank line untuk proses welding, bisa membesar/mengecil akibat kesalahan cutting

2. Visual, meliputi :

a. penyimpangan disain printing, dan proses printing,

b. penyimpangan bahan baku ETP Plain (missal : matte, low coating)

Selain penyimpangan-penyimpangan material pada hasil cutting, ada beberapa penyimpangan yang berupa cacat fisik pada ETP, antara lain :

a. Water stain.

Yaitu sejenis korosi pada ETP yang disebabkan oleh kelembaban udara tinggi atau reaksi hidrolisis dengan H2O (air) sehingga pada ETP terdapat bercak-bercak kecoklatan samapi hitam

b. Wavy Edge

Adalah cacat fisik pada ETP berupa ketidakrataan/bergelombangnya lembar ETP baik sebagian maupun seluruhnya

c. Rusty/Corrotion.

Yaitu cacat ETP berupa karat yang diakibatkan proses reaksi bahan kimiawi bersifat korosif, baik itu air maupun asam Umumnya, bahan yang tidak dilapisi lacquer maupun printing mudah terkana bahan kimia asam atau udara yang lembab sehingga terjadi reaksi oksidasi yang berakibat lanjut karat. Teatapi apabila pada kodisi bahan printing plain bertumpuk dan terjadi karat disisi plain, maka karat yang terjadi dikatagorikan Secondary Corrosion, artinya karat yang bukan terjadi pada bahan yang bersangkutan, tetapi akibat terkontaminasi bahan lain yang berkarat. Gambar berikut ini menunjukkan proses terjadinya reaksi korosif pada bahan.

Juni 29, 2008 Posted by | Kemasan Logam | 1 Komentar

Bagaimana Cara Membuat Kaleng?? (bgn 1)

BAB I

DASAR – DASAR PENGENALAN KALENG

A. Definisi Kaleng

Kaleng didefinisikan sebagai wadah berbentuk silinder yang memiliki bagian mulut terbuka, biasanya terbuat dari lembaran aluminium atau baja berlapis timah, dapat juga dibuat menggunakan plastic dengan cara moulding injeksi maupun molding tiup. Di dalam buku ini lebih spesifik akan dibahas mengenai kaleng berbahan baku logam (metal cans)

B. Type dan Bentuk Kaleng Logam

Type kaleng logam umumnya terbagi menjadi 2 kelompok dengan bentuk yang beraturan yaitu bulat (Round Can) dan kotak/persegi (Rectangular Can) tetapi dengan banyak sekali jenis sebagaimana terlihat pada gambar 3. Adapun bentuk kaleng bulat dan persegi yang diproduksi PT. Arthawenasakti Gemilang secara umum adalah :

1. Round Can

Adalah kaleng metal yang berbentuk fisik secara visual berupa lingkaran atau bulat dengan unsur penyusunnya berupa komponen body dan end serta asesoris pelengkap sesuai fungsi dan kegunaannya

2. Rectanguler Can

Adalah kaleng metal yang berbentuk fisik secara visual berupa kotak persegi dengan sudut beradius dirangkai dari unsur penyusunnya berupa komponen body dan end serta asesoris pelengkap sesuai fungsi dan kegunaannya

Sedangkan standar Internasional yang banyak diproduksi hampir disebagian besar industri kaleng dunia adalah :

1. Aerosol can, contoh : kaleng parfum

2. Beer-beverages can, contoh kaleng beer & beverages (soft drink)

3. Flat, hinged-lid tins can, contoh : kaleng tempat obat

4. Flat top cylinders can, contoh : kaleng semir, pastiles

5. Non reclosure cans, contoh : kaleng sardines

6. Reclosure cans, contoh : kaleng permen, susu

7. Oblong F-style cans, contoh : kaleng varnish, politur, insektisida

8. Oblong key opening cans, contoh : kaleng corned beef

9. Oval & oblong cans dengan corong panjang, contoh :kaleng minyak, oli

10. Pear-shape key opening cans, contoh : kaleng daging

11. Multiple friction round cans, contoh : kaleng cat

12. Sanitary/open top cans, kaleng manisan buah, sayuran,

13. Spice cans, contoh : kaleng manisan buah, telur

14. Square-breasted cans, contoh : kaleng makanan, susu

Juni 29, 2008 Posted by | Kemasan Logam | 52 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.